Megasus

Liputan

DYK

Motivasi

Foto

Video

Friday, July 31, 2020

Young adult : Five feet apart (Satu setengah meter)



Young adult  : Five feet apart (Satu setengah meter)

 Salsayla


Halo, Someg! Apa kabar nih? Kalian semua sehat kan? BTW, udah pada masuk sekolah belum? Gabut gak sih pas lagi di rumah aja? Tos dulu kalo sama-sama gabut.  Baca novel seru nih kalo lagi boring.  Nah, mumpung lagi bahas novel, kita intip yuk salah satu novel kontroversial yang satu ini.

Siapa sih yang gak tau film five feet apart. Film yang buat kebanyakan orang nangis bombay ini diadaptasi dari salah satu novel lho, Someg. Novel setebal 318 halaman ini ditulis oleh Rachel Lippincot bersama dengan Mikki Daughtry dan Tobias Iaconis. Buat Someg yang gak teralu ngerti bahasa inggris gak usah khawatir. Novel famous ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia. Di dalam novel ini, penulis juga gak hanya membahas kisah cinta antara Stella dan Will. Rachel, Mikki dan Tobias juga membahas soal FK atau Fibrosis kistik atau cystic fibrosis. Penulis menyelipkan informasi mengenai penyakit tersebut. Di bungkus rapi dengan bahasa yang santai dan mudah dmiengerti. So, udah pada kepo kan? Kuy ke resensinya!

Judul      : Five feetapart (original)
                Satu setengah meter(terjemahan)
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Maret 2019
Tebal     : 318 hlm
Penulis  : Rachel LippincottMikki Daughtry, Tobias Iaconis
Penerjemah : Daniel Santoso
Harga : 85.000

Sinopsis
Stella Grant suka memegang kendali—meskipun penyakit Fibsrosis kistik yang diderita paru-parunya membuatnya tidak bisa mengendalikan kehidupannyavyang harus keluar   masuk rumah sakit.
Sebentar lagi Will newman akan berusia 18 tahun. Ia berarti punya kendali atas dirinya sendiri. Satu-satunya hal yang ingin Will kendalikan adalah keluar dari rumah sakit.
Berada di dekat Will adalah sebuah kesalahan. Jelas sekali bahwa Will adalah orang yang harus Stella jauhi. Ada banyak kemungkinan buruk ketika mereka berdekatan. Percobaan pengobatan Will yang gagal, Stella yang kehilangan tempat dalam daftar transplantasi paru-paru atau yang lebih parah mereka bisa mati.
Satu-satunya cara agar mereka tetap hidup adalah dengan menjaga jarak. 2 meter jauhnya. Namun, terpisah 2 meter seperti hukuman bagi mereka saat keduanya menyadari bahwa Stella dan Will sama-sama jatuh cinta.
Stella beranggapan bahwa FK sudah mencuri banyak hal darinya. Dan sekarang waktunya Stella yang mencuri. Stella mencuri setengah meter hingga jarak keduanya hanya satu setengah meter. Tak apa, karena Stella adalah pencuri.
Novel ini mengandung bawang, bikin nangis. Karakter Stella dan Will digambarkan dengan sangat detail dan kuat. Di sini, kamu akan diajak menganal CF lewat karakter Stella dan Will. Dan kamu juga diajak baper-baperan,  nangis-nangis, saat menjelajah kisah cinta mereka.
Namun, ending novel ini bisa dibilang menggantung. Tidak dijelaskan bagaimana kelanjutan hubungan Will dan Stella saat mereka bertemu di bandara. Meskipun demikian, tidak ada yang bisa menolak membaca novel sekece ini.

(Ps : kali ini gak ada quotes dulu ya bukunya keburu dipinjam hehe.)

Nah itu tadi garis besar novel Five feet apart. Gimana? Masa mau nolak baca novel sekece ini. Eits tapi...aku gak capek ingatin kalian untuk baca novel yang ori ya. Jangan beli bajakan loh. Kalo ga punya uang, pinjam ke teman aja. Atau bisa juga beli patungan. Oke, resensinya sampai disini aja. See ya!


  



Perayaan Idul Adha di Tengah Pandemi COVID-19


Perayaan Idul Adha di Tengah Pandemi COVID-19

Havlea & Nayaa



Hola Someg! Hayo tebak kali ini crewmeg bakal update tentang apa?. Eh gak usah ditebak deh, mending langsung simak aja yukk...

(31/07), Jumat Pagi, SMAN 1 MOJOSARI menggelar Sholat Idhul Adha. Sayangnya, hanya pengurus OSIS,  MPK, dan beberapa guru SMAN 1 MOJOSARI yang berpartisipasi, lantaran pandemi covid-19 belum berakhir.

   Setelah Sholat Idhul Adha selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban. Kegiatan penyembelihan dimulai pada pukul 07.00 hingga pukul 10.30 WIB. Untuk tahun ini SMAN 1 MOJOSARI menyembelih 2 ekor sapi. Namun, perlu kalian tahu nih someg, tahun ini penyembelihannya tidak dilakukan di sekolah. Penyembelihan hewan kurban ini dilakukan di salah satu tempat pejagalan di Jln. Pekuncen Gg. 04  Mojokerto. "Pada awalnya, kami sudah mencari jagalnya tapi belum dapat. Kemudian karena kami biasa beli di Sooko maka ditawari sekaligus jagal di sana gimana. Setelah beberapa kali diskusi, akhirnya kami putuskan di sana sekalian. Jadi dibawa kesini (sekolah) tinggal dikirim sudah bentuk daging-daging yang dipisah-pisah," tutur Pak Randa.


    Pendistribusian daging kurban ini diberikan kepada siswa-siswi dengan menggunakan kupon, masyarakat sekitar, dan sisanya OSIS, MPK, serta panitia. Namun, sempat terjadi keterlambatan dalam pendistribusian karena jarak tempuh yang lumayan memakan waktu. Hewan kurban yang telah disembelih juga tidak bisa langsung dibawa ke sekolah dikarenakan sistem pengantaran daging di tempat penjagalan.

     Di masa pandemi seperti ini,  untuk mencegah terjadinya penularan virus Corona saat Idul Adha, pihak SMAN 1 MOJOSARI menerapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan yang diterapkan antara lain, tetap memakai masker saat melaksanakan takbiran, menyiapkan disinfektan, dan tak lupa saat di masjid diberi batas-batas untuk  jaga jarak (social distancing). Kemeriahan Idul Adha saat pandemi tentu saja berbeda dengan biasanya, karena yang terlibat tidak begitu banyak.
Semoga di tahun selanjutnya kita bisa berkumpul kembali dan memeriahkan idul adha ya Someg! Sekian laporan dari Crewmeg hari ini. Stay safe and keep your head held high!
  

Liputan oleh : Firzin & Kiki

Monday, July 13, 2020

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di Tengah Pandemi: Inovasi Baru Melalui Radio Live Streaming


Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di Tengah Pandemi: Inovasi Baru Melalui Radio Live Streaming

GaluhAjeng


Someg apa kabar? Kabar baik ya? Setelah sekian lama akhirnya Crewmeg update lagi yeay! Someg ada yang kangen Crewmeg tidak?hehe. Oiya, selamat datang dan salam kenal untuk para Someg baru alias para peserta didik baru SMAN 1 Mojosari tahun ajaran 2020/2021! 

Senin (13/07) Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) resmi dimulai. MPLS untuk tahun ajaran ini dilaksanakan melalui siaran radio live streaming alias daring. FYI, khusus sekolah kita aja nih yang melaksanakan MPLS dengan sistem live streaming, sedangkan sekolah lain menggunakan sistem recording (rekaman). Wah, udah keren ga nih sekolah kita?

MPLS melalui siaran radio ini dibuka oleh Bapak Bambang, DJ VOS kesayangan kita, berbincang-bincang mengenai informasi seputar MPLS. Sekolah kita juga kedatangan tamu-tamu istimewa dari Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Kab/Kota Mojokerto. Bersama bapak kepala sekolah kita, Bapak Ibnu Mudzakir dan beberapa bapak, ibu guru melakukan pembukaan MPLS tahun ajaran 2020/2021. 

Dilanjutkan dengan penyerahan hadiah untuk dua murid yang berprestasi, serta bincang-bincang penuh motivasi dan topik hangat tentang peningkatan minat siswa dalam literasi bersama Crew VOS. Rangkaian terakhir ada promosi ekstra, yaitu dari MEGASUS, Pik-R, PMR, dan radio VOS.

        


Pada kesempatan kali ini Crewmeg mendapat kesempatan untuk berbincang dengan Bapak Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Kabupaten dan Kota Mojokerto yang super ramah, Bapak Kresna Herlambang. "Kegiatan MPLS melalui media daring atau live streaming ini dimaksudkan sebagai tanggapan atas kekhwatiran para wali murid dan peserta didik baru, untuk lebih mengenal lingkungan sekolah dan berbagai kebijakannya," tutur Bapak Kresna Herlambang. 
Beliau juga berpesan, di masa pandemi ini, kegiatan belajar mengajar lebih mengedepankan kemandirian dan semangat dari para peserta didik. Masa ini juga menjadi ajang untuk membentuk mental kita sebagai pelajar yang tangguh, berkarakter, dan merasakan keindahan dari cara belajar yang baru. Haha, Someg sudah merasakan keindahan belajar di masa pandemi ini apa belum? 

Nah, ternyata di balik berbagai dampak negatif pandemi Covid-19 terdapat keunikan tersendiri yak, kita jadi bisa mencoba inovasi dan hal baru untuk tetap menjalankan proses belajar mengajar. 

Teruntuk para Someg baru, tetap semangat dalam menjalani MPLS daring ini! Jangan mengeluh karena setelah kesusahan pasti ada keindahan. Salam hangat dari Crewmeg! ^^

Wednesday, March 11, 2020

Waspada Bahaya COVID-19




Waspada Bahaya COVID-19

Devi Tribuana



Halo someg! Kembali lagi bersama Crewmeg yang bakal bagi-bagi info ke kalian. By the way, kalian tau ngga sih bagaimana perkembangan virus covid-19 di Indonesia saat ini? Bahkan sudah muncul korban jiwa lho, Someg sudah tahu belum? Pada DYK kali ini Crewmeg bakalan bahas perkembangan korban dan mengulas fakta-faktanya, nih.

Pertama, tentang perkembangan virus covid-19 atau yang lebih sering kita sebut dengan corona. Virus yang berpotensi menyebabkan kematian sebesar 2% ini sudah mulai masuk ke negara kesayangan kita semua lho ,Someg. Korban yang pertama kali terinfeksi virus ini berasal dari kota depok, seorang WNI yang sudah positive terinfeksi virus ini dengan cepat ditangani oleh pihak rumah sakit terdekat. Meski jauh dari jangkauan kita semua kita tetap harus berhati hati ya Someg. Perlahan-lahan virus ini semakin menyebar dan menyebabkan banyaknya korban yang berjatuhan. Dilansir dari media korban saat ini sudah mencapai angka 27 korban dan terdapat satu korban meninggal dunia di dalam angka tersebut.

'Lho, sudah ada yang meninggal?' Yap, pada kasus ini sudah ada korban yang meninggal dunia. Korban yang diberi kode atau urutan korban ke-25 ini telah meninggal dunia dini hari yaitu Rabu, 11 maret 2020 pads pukul 02.00. Korban yang meninggal dunia adalah seorang warga negara asing berjenis kelamin perempuan yang berumur 53 tahun dan telah ditangani oleh otoritas kesehatan Indonesia. Saat ini pihak otoritas kesehatan Indonesia tengah menyiapkan pengebumian dan pemulangan warga negara asing tersebut ke negara asalnya.

Kasus kematian korban corona di Indonesia ini dianggap sebagai imported case atau bisa disebut juga kasus impor atau bukan berasal dari negara Indonesia sendiri. Berdasarkan pernyataan Achmad Yurianto selaku juru bicara pemerintah pasal virus corona, mengatakan bahwa perempuan tersebut termasuk dalam imported case karena tertular virus corona di luar negeri sebelum menjejakkan kaki di Indonesia.

Achmad Yurianto juga mengatakan bahwa kematian korban tersebut didukung oleh sakit berat yang diidap korban antara lain diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang memang sudah cukup lama diderita oleh pasien. Namun tetap saja karena sudah tercatat terinveksi virus corona kasus kematian ini termasuk disebabkan oleh virus tersebut. Kini pemerintah tengah berusaha membuat klaster (kumpulan/kelompok) untuk mengetahui asal muasal virus corona yang masuk ke Indonesia dan tak kunjung ditemukan asalnya.

Nah sekian info kali ini, sampai jumpa di pekan selanjutnya dengan info yang lebih menarik. Jangan lupa untuk jaga kesehatan dan kebersihan ya Someg! Karena kesehatan itu mahal harganya. Sekian, terimakasih~

Sunday, March 8, 2020

Tak Lagi Redup


Tak Lagi Redup
Ragil Wulansari


Jakarta, 8 Februari 2010.
Perhiasan malam bercahaya di gelapnya langit kala itu. Hawa dingin datang seiring berjalannya waktu, sunyi dan sepi kian mendekap tubuh gadis mungil itu dalam-dalam. Berjalan gontai menyusuri tepian jalan dengan segenap luka memar di sekujur tubuh mungilnya, belum lagi luka lebam menganga di relung hati terdalamnya akan semua kenyataan pahit hidup ini. Dia adalah gadis mungil pedagang asongan yang hidup bersama sang adik tanpa ditemani kehadiran sosok kedua orang tua. Selalu tegar menerima takdir yang Tuhan berikan, dia adalah Ardya Kartikasari, seorang gadis SMA yang tak lagi melanjutkan pendidikannya dan hanya bisa belajar melalui lembaran-lembaran usang koran pinggir jalan.

Langkah kakinya telah mengantarnya ke sebuah gubuk rapuh yang sekali hantam akan hancur sudah. Di sanalah tempat gadis itu berteduh dari panasnya terik sang Surya serta dinginnya angin malam.
"Kakak pulang..." Ucapnya dengan seulas senyum yang tulus dari dalam hati.
"Kakak kenapa malam sekali pulangnya?" Tanya Asthika, gadis kecil yang menjadi penyemangat Ardya untuk melanjutkan hidup.
"Hehehe iya, kamu sudah makan?" Pertanyaan yang selalu hadir sepulang Ardya bekerja dan selalu mendapat gelengan kepala oleh adiknya sebagai jawaban.
"Maafin kakak ya...ini kakak bawakan nasi telur kesukaan kamu, dimakan ya, kakak mau bekerja lagi, jangan lupa belajar sayang...." Kata Ardya dengan mengelus lembut puncak kepala adiknya lalu segera berdiri dan berjalan pergi.
Malam itu ada sebuah ruang penuh tanya yang menghantui Asthika tentang seorang kakak yang selalu ceria setiap harinya, namun malam itu seolah ada yang tersembunyi dibalik senyumannya. Asthika tak mau menambah beban kakaknya dengan sebuah pertanyaan 'Bagaimana seluruh luka itu hadir ?', Asthika hanya diam dengan segala pertanyaan. 

Di waktu yang sama, Ardya menangis terisak, merangkul lututnya yang penuh darah dan membenamkan wajahnya di antara luka-luka, seolah malam ini ia tak mau menampakkan kelemahannya pada dunia. Rasa perih kembali hadir menghiasi sekujur tubuh mungilnya. Bekas sayatan pisau tajam di perut, luka lebam di lutut, serta goresan-goresan penuh darah pada kaki jenjangnya akibat ulah kejam preman ibu kota membuat Ardya ingin sekali mengakhiri hidupnya malam ini. Di sudut makam tua, dimana kedua orangtuanya beristirahat untuk selamanya. 
Tangisnya masih deras mengalir dari pelupuk matanya namun ia teringat akan mimpinya. Mimpi yang selalu ia tanamkan dalam benaknya, mimpi yang harus ia wujudkan dalam hidupnya. Detik itu juga Ardya bangkit dari duduknya dan perlahan menapakkan kaki keluar dari makam. Namun belum jauh dari pemakaman, segerombolan preman tengah berjalan lunglai dengan sebotol minuman keras ditangan mereka menuju ke arah Ardya.
"Hai gadis cantik", Ucap salah seorang preman tersebut yang membuat Ardya takut dibuatnya. Ia ingin berlari namun kakinya tak kuasa untuk melakukannya. Sembari mencoba menguasai diri dari rasa takut yang kian menjalar ke seluruh tubuh ia melangkah lebih lebar, berusaha berjalan secepat mungkin. Namun naas, gerombolan preman itu lebih cepat menghampiri Ardya dan menarik paksa lengan Ardya. Sentuhan-sentuhan kasar membuat Ardya dengan spontan memberontak. Semakin Ardya berteriak, makin kasar pula preman-preman itu menyiksanya. Ardya terus berusaha agar bisa melarikan diri namun semua itu gagal. Saat ini ia hanya bisa menangis dan berdoa dalam hati agar ada yang menolongnya, siapapun dan apapun itu. Gadis itu terus berteriak membuat para preman tersebut mendorongnya hingga jatuh tersungkur. Ardya terus meneteskan air mata namun dengan perlahan ia mundur. Malam kian larut, kegelapan semakin merajai waktu, tak ada cahaya yang membantu. Ardya makin takut namun terus mundur lalu berdiri dari tempatnya ia tersungkur. Saat preman-preman itu sibuk dengan minumannya, Ardya berlari sekuat tenaga dengan menahan perih luka dan air mata yang sedari tadi mengalir deras.

。。。


Jakarta, 19 Oktober 2019.
Ardya tersenyum getir mengingat kisah masa lampau. Dimana dirinya berjuang keras menggapai setiap mimpi yang ia gantungkan di atas bintang-bintang. Hinaan, cemoohan, ejekan tak menyurutkan semangat Ardya untuk menggapai mimpinya, kini ia mampu membuktikan kepada dunia bahwa mimpi itu milik semua manusia yang mau berusaha dan bekerja keras.
"Kak, apa kakak sudah baikan ?" Tanya seorang wanita berpakaian dokter menghampiri Ardya yang sedang tersenyum menatap jendela di depannya.
"Kakak sudah baik-baik saja dik." Jawab Ardya pada wanita itu dengan sebutan "Dik". Wanita itulah Asthika, adik Ardya yang kini menjadi seorang dokter.
"Kak, terimakasih atas semua kerja keras kakak selama ini, maafkan aku yang belum bisa mewujudkan semua mimpi kakak." Air mata Asthika tak tertahan lagi saat ia memegang tangan Ardya dan menatap paras cantik kakaknya itu.
"Mimpi kakak hanya satu selama ini, dik. Kakak hanya ingin kamu menjadi wanita sukses dan berpendidikan, tidak seperti kakakmu ini." Balas Ardya sambil menatap adiknya dengan seulas senyum dan air mata yang perlahan muncul di sudut matanya.

Waktu terus berlalu, roda kehidupan terus berputar dan mimpi telah tergapai. Ardya mampu mewujudkan mimpinya selama ini dengan keringatnya, ia berhasil menjadikan adiknya wanita yang sukses. Banyak sekali duri-duri tajam di sepanjang perjalanan namun banyak sekali cahaya-cahaya yang menuntunnya, semua itu tergantung pada niat dalam hati. Ardya Kartikasari seorang pedagang asongan yang mampu mewujudkan mimpinya dan mampu melewati segala penderitaan.

Thursday, February 27, 2020

Kamu Anak ke Berapa Nih? Kuy Cari Tahu Seperti Apa Kepribadianmu!






Kamu Anak ke Berapa Nih? Kuy Cari Tahu Seperti Apa Kepribadianmu! 

Michelle


Hai Someg! Apa kabar? Baik baik kan? Crewmeg punya pertanyaan nih. Kalian punya kakak ataupun adik? Atau anak tunggal? Crewmeg beri sedikit informasi ciri-ciri sifat kalian menurut posisi anak ke berapa kalian bersaudara.

Anak Pertama                                                                             
# Penasehat yang baik
# Cenderung kuat secara mental dan fisik
# Lebih memilih diam
# Bijaksana dan kreatif
# Perhatian karena memiliki rasa tanggung jawab


Anak Kedua
# Memiliki kepribadian yang berbeda dari kakak atau adiknya
# Baperan
# Tegas
# Biasanya susah diatur dan menyukai kebebasan
# Mempunyai empati yang tinggi

Anak Ketiga
# Lebih sensitif dan mudah menangis
# Jahil juga manja
# Keras kepala
# Ceroboh dan suka canggung
# Tidak suka dibanding-bandingkan


Anak Keempat
# Tidak suka menyusahkan orang lain
# Suka bercanda dan suka memaksa
# Terlihat sombong dan juga susah dimengerti
# Pintar menghibur
# Mudah percaya

Anak Tunggal
#Teratur dan cenderung manja
# Mandiri dan selalu percaya diri
# 100% hasil didikan orang tua
# Pengendalian emosi baik
# Memperhatikan nilai akademik

Sunday, February 23, 2020

Safa’s Story : Sekuel Novel Sandi’s Style


Safa’s Story : Sekuel Novel Sandi’s Style
Salsayla

Halo, Someg! Bagaimana bulan Februari kalian? Sudah baca resensi novel minggu lalu belum? Kalau belum, yuk buruan baca! Kenapa sih? Karena novel yang akan kita bahas kali ini punya keterikatan lho, dengan novel Sandi’s Style.
Jadi, seperti yang kalian lihat di judul, novel karya Sirhayani ini adalah sequel dari novel Sandi’s style. Penulisnya mengangkat kelanjutan kisah cinta Sandi dan Safa ketika mereka kuliah. Pastinya novel ini sangat menarik minat readers yang menanti-nanti tentang bagaimana kelanjutan dari hubungan Sandi dan Safa. Oh ya, novel Safa’s Story juga sudah dibaca 2 juta kali di wattpad. Wah, keren banget! Tanpa bertele-tele lagi, kita bahas sama-sama, yuk!

Judul : Safa’s Story
Penulis : Sirhayani
Penerbit : Grasindo
Cetakan : Agustus, 2017
Tebal : 278
Harga : 59.000

Sinopsis 
Selama hampir 3 tahun, Safa tidak pernah mendapatkan kabar dari Sandi. Begitupun sebaliknya. Mereka benar-benar kehilangan kontak satu sama lain. Namun, Safa percaya bahwa jika mereka memang berjodoh maka Tuhan akan mempertemukan keduanya bagaimanapun caranya. 
Doa safa akhirnya terjawab. Ia dipertemukan dengan Sandi di bazar kampus mereka. Sadar dipertemukan di waktu yang tidak tepat, Safa memilih untuk bungkam tentang hubungannya dulu dengan Sandi. Pasalnya, Sarah, teman Safa, ternyata mencintai Sandi. Sosok  laki-laki yang tempo hari diceritakan Sarah pada Safa adalah Sandi.
Belum lagi kehadiran Rio yang membuat ruang gerak Safa  dan Sandi benar-benar terbatas. Rio, laki-laki itu menyukai Safa. Hal itu membuat Sandi semakin gencar mendekati Safa walaupun ia tahu Sarah menyukainya dan Sandi tak terang-terangan menolak. 
Di  tengah-tengah cerita, Safa akhirnya mengetahui fakta tentang ayahnya. Kemana ayahnya pergi dan apa  hubungan ayahnya dengan Sarah. Dan juga tentang ulah jahil Sandi yang berujung pengakuan mengejutkan dari Safa.
Lagi-lagi penulis novel ini sukses membuat penasaran pembaca dengan kisah Sandi dan Safa. Masih dengan bahasa yang ringan, novel ini membuat pembaca kembali merasakan sosok sandi yang dibaca di novel sebelumnya.  Karakter sandi yang masih sama pecicilan dan Safa yang cenderung tertutup membuat pembaca bernostalgia. Di tambah lagi karakter Rio dan Sarah yang ikut meramaikan novel ini.
Namun, bagaimana kelanjutan kisah cinta Sandi dan Safa tidak dijelaskan dengan detail. Meskipun pembaca cukup puas dengan permintaan romantis Sandi pada Safa yang membuat gigit   jari. Gak perlu khawatir, ending novel ini  dapat dipastikan membuatmu  baper  parah.

Quotes 
“kehidupan emang nggak selalu membahas tentang cinta, tapi cinta yang selalu membahas tentang kehidupan. Sekarang dan nanti.”

Nah itulah garis besar novel Safa’s Story. Setelah baca Sandi’s Style lanjut baca Safa’s Story pasti seru banget. Jadi, cepat beli, pinjam ke teman, atau pinjam ke perpustakaan kalau ada. Tapi, kalau beli novel harus ori ya. Malu dong suka ceritanya tapi gak menghargai penulisnya. Kalau ngga ada uang bisa patungan bareng temen juga kok. Segitu dulu resensi kali ini, semoga artikel ini bermanfaat. Sampai jumpa di resensi selanjutnya. Semoga hari Someg selalu menyenangkan!

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi