Megasus

Liputan

DYK

Motivasi

Foto

Video

Monday, September 16, 2019

Peringatan 1 Muharam

Peringatan 1 Muharam
Oleh : Solfi Indah Y

Hai Someg!
Kemarin, tepatnya pada tanggal 10 September 2019 diadakan sambutan bagi anak yatim dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1441H, dengan mengusung tema "Indahnya berbagi di tahun yang baru".

Acara ini dibuka dengan pembacaan Qiroah dari salah satu siswa kelas 11 SMAN 1 Mojosari. Kemudian diikuti dengan lantunan sholawat dan pembacaan Maulid Diba' oleh anggota REMAS (Remaja Masjid) SMAN 1 Mojosari. Dilanjut dengan sambutan dari Bapak Bambang Kuswanto dan pemberian tausiyah oleh Bapak Mahrus selaku guru agama. Diakhiri dengan pembagian santunan bagi anak yatim-piatu.

Peringatan Tahun Baru Islam atau biasa kita kenal dengan sebutan peringatan 10 Muharram ini merupakan yang pertama kali diadakan di SMAN 1 Mojosari.

Jika sebelum-sebelumnya santunan yang diberikan dikirim melalui panti, pada peringatan kali ini pihak penyelenggara (OSIS&MPK, dibantu oleh bapak/ibu dewan guru dan takmir masjid sekolah) memberikan sekaligus mendatangkan anak yatim-piatu dari masyarakat sekitar. Santunan juga diberikan kepada para siswa yatim-piatu di sekolah sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang terhadap sesama.
Donasi diperoleh dari siswa, bapak/ibu guru, staff dan karyawan sebagai bentuk  latihan untuk menyantuni anak yatim. Namun, persiapan dinilai terlalu pendek, yakni hanya satu minggu, sehingga dana yang diperoleh kurang maksimal.
"Ini cuma latihan, kita harus berbagi kepada siapa saja, khususnya orang-orang terdekat, dan merupakan Sunnah Rasul untuk menyantuni anak yatim", tutur Bapak Mahrus.

Monday, August 26, 2019

Penerimaan Tamu Ambalan Kertajasa-Tunggadewi

Hai-hai Someg gimana nih kabarnya? Kali ini Crewmeg bawa berita sekolah lagi nih. Penasaran ya.... Ya udah semak aja artikel kali ini ya...


Penerimaan Tamu Ambalan Kertajasa-Tunggadewi
Oleh : Fani Ummatin

          Siswa-siswi kelas 10 SMAN 1 Mojosari mengikuti kegiatan PTA ( Penerimaan Tamu Ambalan ) yang diadakan oleh dewan ambalan. Acara ini diadakan rutin dari tahun ke tahun dengan tujuan mengenalkan apa itu Ambalan kepada siswa-siswi baru khususnya kelas 10. Acara berlangsung seharian dari pagi hingga sore. Pada Jum'at, 23 Agustus 2019.


     Kegiatan PTA diawali dengan apel pembukaan pada pagi hari. Acara dibuka dengan penyematan id card oleh Pak Yamin selaku pembina apel pagi itu. Kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi PBB dan pioneering oleh kakak kakak dewan ambalan.

    Berbagai game-game dan lomba-lomba yang seru turut mengisi acara ini juga. Game-game tersebut diantaranya senorita ball, tower racing, Aladdin, Transhion hero (baju daur ulang). Lomba-lomba yang diadakan juga tak kalah menarik seperti yel-yel terbaik, photo contest, kostum terbaik dan sangga terbaik. Lomba-lomba tersebut diadakan di sela-sela kegiatan. Dan yang paling menarik dari semua lomba-lomba tersebut adalah lomba baju daur ulang. Lomba ini diadakan secara berpasangan dengan memakai kostum yang sudah dibuat masing masing kelas sewaktu isoma. Hasilnya sangat memuaskan , sorak-sorak dari kelas masing-masing memecahkan acara saat itu. 

          Setelah semua lomba dan game terlaksanakan acara dilanjutkan dengan apel penutupan. Acara ditutup dengan penyematan budge dan pengumuman pemenang lomba-lomba yang sudah terlaksanakan. 

              Acara berjalan sangat meriah walaupun sedikit kendala pada pagi harinya. Ruang TU yang masih terkunci membuat panitia sedikit kesusahan mengambil sound untuk acara. Hal ini juga menghambat panitia dalam mempersiapkan acara PTA tahun ini. Tapi untungnya acara berjalan lancar.

Gimana nih Someg, udah tau kan ya acara sekolah kali ini???? Waktunya Someg pamit ya, sampai ketemu di artikel lainnya ya. Papay.....

Crewmeg yang bertugas 
" Ayatullah, Nisha, Milda "













Monday, August 19, 2019

Gerak Jalan di Kecamatan Mojosari

       Gerak Jalan di Kecamatan Mojosari
By : Galuh & Fani




      Untuk merayakan HUT RI ke-74 Kec. Mojosari mengadakan lomba gerak jalan yang boleh diikuti oleh semua kalangan diantaranya SD, SMP, SMA, anak-anak karang taruna, ibu-ibu PKK, dan berbagai organisasi yang ada di Mojosari. Acara berjalan sangat meriah walau pun ada sedikit kendala. Pada Minggu, 18 Agustus 2019.


       Di acara kali ini SMA tercinta kita tentunya turut berpartisipasi dengan mengirimkan lima regu perwakilan yang terdiri dari regu Pramuka, regu OSIS, regu paskibra, regu siswa kelas X, dan regu guru. Acara ini dimulai pada pukul 13.00 Wib yang dimulai dengan upacara pembukaan dan dilanjutkan dengan pemberangkatan regu guru-guru dan siswa tingkat dasar, serta disusul regu-regu yang lain.


        Untuk rute tahun ini berbeda dengan rute tahun lalu. Untuk jenjang SD dan guru, rute dimulai dari Lap. Mojosulur - Asrama 503 - Jl. Tribuana Tunggal Dewi - Lap. Mojosulur. Sedangkan rute yang dilalui siswa jenjang SMP dan SMA lebih jauh sekitar 20 km yang dimulai dari Lap. Mojosulur - Jl. Gajah Mada - Perempatan Pekukuhan - Ds. Sumber Tanggul - Ds. Belahan Tengah - Lap. Mojosulur.

       Kendala dalam acara ini adalah pemilihan rute gerak jalan. Bapak Kapolres juga sudah menghimbau panitia agar mencari rute yang tidak mengganggu lalu lintas namun hal ini terelakan, rute gerak jalan tetap mengganggu lalu lintas. "Bapak Kapolres memberi imbauan agar panitia mencari rute yang tidak mengganggu aktivitas umum". Ungkap salah satu panitia selaku Kepala Kecamatan Mojosari  yang Crewmeg wawancarai.



    Acara tahunan ini berlangsung hingga malam. Hal tersebut dikarenakan rute yang jauh dan jumlah peserta yang banyak. Selebihnya acara berjalan lancar.

         Di satu posisi acara ini adalah acara yang seru dan dapat memeriahkan HUT RI. Tapi di sisi lain banyak juga yang harus kita perhatikan jika mengadakan acara seperti ini salah satunya adalah lingkungan sekitar. Ketika Crewmeg bertugas tanpa sengaja Crewmeg mengamati lingkungan sekitar berlangsungnya acara ini. Sampah berserakan dimana-mana, terutama pada bibir jalan. Sedih lihatnya Someg.... Jadi ingat ya kali ini Crewmeg berpesan dimana pun dan kapanpun itu tetap jaga kebersihan lingkungan, buang sampah pada tempatnya ya...

Crewmeg yang bertugas 
" Fani, Galuh, Solfi, Ulvin"




Monday, August 12, 2019

Peringatan Iduladha SMAN 1 Mojosari 11/08/2019


Peringatan Iduladha SMAN 1 Mojosari 2019

Oleh : Crewmeg


Minggu pagi, 11 Agustus 2019, seluruh warga SMAN 1 Mojosari melaksanakan salat Iduladha berjamaah di lapangan depan SMAN 1 Mojosari. Kegiatan ini dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban oleh anggota OSIS dan MPK yang bertugas.

Salat ied dimulai pukul 06.00 WIB, diimami oleh Bapak Mahrus selaku guru agama, dan dilanjut dengan khutbah dari Bapak Ibnu Mudzakir selaku kepala sekolah SMAN 1 Mojosari. Sedangkan, kegiatan penyembelihan bertempat di sebelah timur lapangan, dimulai pukul 10.00 WIB. Terjadi keterlambatan dalam penyembelihan hewan kurban dikarenakan tukang jagal yang bertugas terlambat datang. "Karena tukang jagalnya tidak hanya melakukan penyembelihan disini, sekolah kita dapat giliran kedua, jadi agak siang dikit", komentar Pak Bambang, selaku Ketua Panitia acara.




Tahun ini SMAN 1 Mojosari berkurban dua ekor sapi dan satu ekor kambing yang disumbang oleh kepala sekolah SMAN 1 Mojosari. Daging kurban dibagikan ke panitia OSIS, MPK, dan warga sekolah yang berhak menerima.

Persiapan dilakukan dengan niat terlebih dahulu dan menyiapkan peralatan yang dipakai untuk menyembelih. Pengurus OSIS, MPK, Bapak/Ibu guru dengan bimbingan dari guru-guru agama ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Pelaksanaan berlangsung lancar dan khidmat.



Tim Liputan : 
> Fani, Shafira, Lia, Solfi, Galuh, Adam (XI)
> Angger, Vania, Elsa, Caca, Febriansyah, Farel, Zaki (X)

Saturday, July 13, 2019

Suku Jawa Tidak Hanya di Indonesia

Suku Jawa Tidak Hanya di Indonesia
Oleh: Fani ummatin



Suku Jawa merupakan suku asli dari Indonesia. Namun, suku ini juga menghuni luar negeri, tepatnya di Suriname dan New Caledonia. Mungkin banyak diantara kalian sudah tidak asing dengan Suriname yang penduduknya bersuku Jawa.  Tapi bagaimana dengan New Caledonia? New Caledonia adalah negara yang letaknya terpencil di selatan Papua Nugini dan Timur Australia. Jarang nya pemberitaan oleh media membuat negara ini tidak seviral Suriname.

Pada dasarnya New Caledonia terdiri dari berbagai suku yang berasal dari berbagai daerah. Namun, dari semua suku yang ada, suku jawa menjadi suku mayoritas di sana. Menurut data yang ada, sekitar 7000 lebih orang bersuku Jawa berada di New Caledonia. Dalam sehari-hari mereka berkomunikasi dengan bahasa Jawa meskipun bahasa nasional mereka adalah bahasa Inggris dan Perancis.

Walaupun, New Caledonia merupakan negara kecil yang berada di anta berantah, orang orang yang bersuku jawa masih memegang teguh adat kebudayaan Jawa, seperti halnya bagaimana mereka melakukan adat pernikahan, khitan, dll. tidak jauh berbeda dengan yang ada di Indonesia juga. Apakah kalian juga masih melestarikan kebudayaan Jawa seperti mereka?

Orang-orang bersuku Jawa di New Caledonia awalnya merupakan penduduk  Indonesia yang dibawa Belanda untuk dipekerjakan disana pada masa penjajahan. Rata-rata mereka dipekerjakan di tambang dan pertanian.

Di New Caledonia sendiri orang bersuku Jawa dibedakan menjadi tiga golongan yaitu Niaouli yang artinya orang Jawa yang lahir di New Caledonia sedangkan orang tua mereka asli Indonesia. Yang kedua golongan Wong Baleh yang berarti orang yang pernah pergi dari New Caledonia tapi kembali lagi. Dan golongan Wong Jukuanyang memiliki arti orang-orang yang lahir  di Indonesia tapi di bawa ke New Caledonia.


Thursday, June 6, 2019

Asal Muasal Angpau Lebaran



Asal Muasal Angpau Lebaran
Oleh : Fani Ummatin 


Hai Someg... Kali ini Crewmeg akan memberi tau kalian tentang asal muasal angpau. Tapi sebelum itu Crewmeg mau ucapin dulu Minal Aidin Wal Faidzin ya... Crewmeg minta maaf kalau punya salah yang disengaja maupun tidak disengaja. Dan selamat lebaran juga ya untuk yang merayakan.

Hari Idul Fitri atau biasa disebut dengan lebaran merupakan hari yang dinanti-nantikan. Di Indonesia sendiri hampir seluruh masyarakat menyambut dan merayakannya dengan suka cita. Terlebih anak muda atau anak kecil yang menunggu-nunggu untuk menerima angpau atau disebut juga salam tempel. Someg sendiri sudah menerima angpau belum?

Ya, salam tempel atau angpau merupakan salah satu tradisi lebaran yang berupa amplop berisi sejumlah uang. Namun seiring berjalannya waktu, adapula yang memberikannya tanpa amplop. Angpau tersebut diberikan oleh orang dewasa, terutama yang sudah bekerja, kepada anak yang lebih muda atau anak kecil. Tapi, tahukah Someg  bagaimana asal usul angpau?

Angpau atau angpao didefinisikan secara etimologi sebagai uang yang dibungkus dalam kemasan merah sebagai hadiah; bonus bayaran; uang bonus yang diberikan kepada pembeli oleh penjual karena telah membeli produknya; sogokan. Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sendiri angpau diartikan sebagai amplop kecil untuk tempat uang sumbangan yang diberikan kepada orang yang punya hajat (perkawinan dan sebagainya) dalam adat Cina; hadiah atau pemberian uang (pada Tahun Baru Cina dan sebagainya).

Dari definisi tersebut, sudah bisa ditebak kan dari mana asal angpau?  Yap. Angpau ini berasal dari Cina atau Tiongkok. Tujuan awal dari angpau sebenarnya adalah untuk melindungi dari penyakit dan kematian.

Angpau dimulai pada masa Dinasti Qin di China. Pada mulanya, orang-orang tua biasanya mengikat uang koin dengan benang merah dan disebut dengan yāsuì qián yang berarti “uang pengusir roh jahat”. Kemudian tradisi tersebut digantikan— setelah ditemukannya metode printing di China— dengan amplop merah.

Biasanya, angpau muncul pada saat pertemuan atau pesta atau hari raya, seperti pernikahan atau tahun baru imlek. Pemberi angpau merupakan orang-orang tua atau pasangan yang sudah menikah kepada orang yang belum menikah atau anak kecil. Warna merah angpau melambangkan ungkapan keberuntungan atau mengusir energi negatif.

Di Indonesia sendiri, angpau diadaptasi dan diadakan pada saat Idul Fitri atau lebaran. Biasanya diberikan oleh orang tua atau orang yang sudah bekerja kepada sanak saudara yang belum bekerja atau anak kecil.

Perbedaan dengan angpau tradisi dari China adalah warna amplop angpau Indonesia ini berwarna hijau. Hijau ini melambangkan akan nuansa islami. Namun seiring dengan berjalannya waktu, angpau ini diberikan dengan amplop putih biasa atau dengan amplop dengan gambar aneka rupa. Selain itu, tradisi pemberian angpau ini didasarkan pada tradisi sadaqah dalam ajaran Islam.

Bagaimana Someg, apakah kalian sudah menerima angpau?

Friday, May 17, 2019

Semangat

Semangat
Oleh : Fani Ummatin

“Semangat ya Someg yang mau UAS, yang sedang UAS atau yang sudah UAS”
Kata “semangat” tentunya sering diucapkan oleh seorang motivator saat memberikan ceramah atau seminar motivasinya. Seorang psikolog akan berulang kali mengucapkan kata “semangat” ketika bertemu pasiennya yang sedang down. Tak terkecuali diri kita sendiri yang akan mendapati beberapa kata “semangat” yang terselip dalam kalimat dari orang tua, keluarga, atau sahabat kita saat akan menghadapi ujian di bangku sekolah, ujian masuk perguruan tinggi, melamar pekerjaan ke suatu perusahaan, mengerjakan sebuah proyek, mengikuti perlombaan atau pertandingan olahraga, serta saat melakukan berbagai kegiatan lainnya.


  • Makna Semangat
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) kata semangat diartikan sebagai  roh kehidupan yg menjiwai segala makhluk, baik hidup maupun mati; seluruh kehidupan batin manusia; isi dan maksud yg tersirat dl suatu kalimat, perbuatan, perjanjian, dsb; kekuatan (kegembiraan, gairah) batin; keadaan atau suasana batin; perasaan hati; serta nafsu (kemauan, gairah) untuk bekerja, berjuang, dsb.
Setiap individu pastinya akan memiliki definisi yang berbeda-beda terhadap kata “semangat” ini. Akan didapatkan banyak jawaban jika dilontarkan pertanyaan “Apakah semangat itu?”. Namun pada intinya semangat berhubungan dengan suasana hati dan kebatinan seseorang. Jika seseorang memiliki kemauan untuk melakukan sesuatu bisa dikatakan dirinya mempunyai semangat. Mungkin bentuk semangat itu sendiri tidak dapat kita lihat secara kasat mata. Namun orang yang mempunyai semangat akan terpancar dari raut mukanya, tatap matanya, perkataannya, deraplangkahnya, sampai kepada perilakunya.


  • Sumber Semangat
Banyak hal yang dapat menjadi sumber penyemangat bagi kita. Setiap individu pasti mempunyai sesuatu yang menjadi penyemangat paling besar di dalam hidupnya. Si A menjadikan ibundanya sebagai penyemangat dalam hidup. Beda lagi dengan Si B yang semangatnya akan terbakar setiap kali teringat pesan sahabatnya yang telah meninggal dunia. 
Penyemangat bagi diri kita bisa berasal dari sebuah benda, seseorang, kalimat, cita-cita, peristiwa, hewan piaraan kesayangan, atau bahkan tekanan hidup dan permasalahan yang kita hadapi justru memacu semangat kita. Tak masalah darimana dan apa bentuk penyemangat kita selama bisa menjadi bahan bakar untuk menyalakan bara semangat di dalam dada kita. Namun perwujudan semangat setiap individu itu unik, tidak bisa disamakan dengan individu lainnya. Orang yang terlihat pendiam dan kalem tidak dapat langsung kita judge sebagai seorang yang tidak bersemangat.


  • Tiada Hari Tanpa Semangat
Kita tak perlu berduka jika ditakdirkan miskin harta, jangan bersedih jikalau dikarunia buruk rupa, tak perlu disesali ilmu yang dimiliki hanya seadanya. Namun jangan sampai kita tidak bersemangat. Kehilangan semangat berarti kehilangan segalanya. Semangat kita adalah awal dari kesuksesan kita.
Motivator paling hebat di dunia ini adalah diri kita sendiri, psikolog paling ampuh bagi seseorang adalah dirinya sendiri. Kobarkan semangat dalam diri kita agar dapat menjadikan lingkungan kita ikut menjadi bersemangat. 
Tetap semangat dan selalu semangat ya Someg !!!

Ad Placement

Intermezzo

Travel

Teknologi